Sharing is caring!

Kawasan Pasarkliwon memiliki segudang destinasi wisata halal di Kota Surakarta. Pengunjung dapat menikmati suasana kampung kauman, masjid agung hingga makam Keraton Surakarta Hadiningrat. Ada pula makam Ki Gede Solo yang sangat legendaris sebagai lurah awal yang berkontribusi penting dalam proses pembangunan istana surakarta di wilayahnya. Anda juga dapat dengan mudah menemukan hotel syariah dan kuliner halal disepanjang Jalan Kapten Mulyadi Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Nama Pasar Kliwon berasal dari sistem penanggalan Jawa di mana “Kliwon” merupakan nama pasaran tradisional yang hingga kini masih dikenal dalam budaya masyarakat Jawa. Awalnya pasar ini juga merupakan pusat penjualan kambing tradisional. Kemudian fungsi pasar ini bergeser menjadi pedagangan tekstil. Pasar Kliwon diperkirakan telah ada sejak abad ke-16 dan berkaitan erat dengan kedatangan bangsa Arab ke Nusantara melalui jalur Sungai Bengawan Solo.

Sebagai salah satu kampung arab tertua di Kota Solo, kawasan ini dikenal sebagai pusat perdagangan tekstil dan busana muslim. Di sini pengunjung dapat menemukan berbai jenis kain, sarung, gamis, dan perlengkapan ibadah yang banyak didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Kuliner khas Timur Tengah juga terkenal di wilayah ini seperti nasi kebuli, roti maryam, dan kambing guling dan martabak Mesir menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. keberagaman budaya terasa kuat di wilayah ini dengan masyarakat yang terdiri atas keturunan Arab, Jawa dan India yang hidup berdampingan secara harmonis. Landmark penting di kawasan ini adalah Rumah Sakit Kustati yang berdiri pada masa pemerintahan Pakubuwana X kepada keturunan Arab yang pernah menjadi guru mengaji sekaligus penyembuh putri Sunan bernama Kustati. Rumah sakit ini menjadi simbol jasa masyarakat Arab di Surakarta dan warisan budaya yang dihormati.

Kawasan Pasar Kliwon memiliki jejak sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. Hal ini terlihat dari arsitektur bangunan lama yang masih terjaga. Menjelang malam, suasana kawasan ini makin hidup dengan pedagang kaki lima yang menjajakan beragam makanan tradisional di sepanjang jalan. Namun demikian, seperti banyak pasar tradisional, tantangan modernisasi dan perubahan gaya belanja masyarakat perlu dihadapi agar Pasar Kliwon tetap lestari sebagai ikon perdagangan dan budaya Kota Solo.