Bulan Ramdahan selalu membawa suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Ramdan adalah momen istimewa untuk menikmati aneka kuliner yang menggugah selera. Kota Solo dikenal sebagai kota dengan kuliner nusantara yang beragam, di sini ditawarkan berbagai macam takjil khas Solo yang lezat tapi juga kaya makna budaya. Mulai dari ceminal manis dan gurih. Berikut kami rekomendasikan inspirasi takjil khas Soloyang patut anda coba: ledre yang manis gurih, kue moho yang lembut dan mengenyangkan serta semar mendem yang bikin mabuk kelezatannya.
Bagi anda yang sedangmencari takjil, jajanan tradisional khas Solo, Ledre bisa menjadi pilihan yang menarik. Kudapan ini bagian dari kekayaan kuliner Solo yang sudah ada sejak tahun 1984. Ledre terbuat dari beras ketan, kelapa parut dan pisang kemudian dipanggang dan mengjasilkan aroma yang sedikit gosong. Aroma ini yang menjadi cirikhas dan daya tarik tersendiri untuk jajanan ini. Bentuknya setengah lingkaran dan mirip dengan intip atau olahan kerak beras, namun lebih lembut dan legit di dakam. Cita rasa manis gurih yang seimbang cocok dinikmati saat buka puasa. Awalnya ledre hanya berisi pisang, tetapi sekarang isiannya ikut modern yakni cokelat, keju, nangka, bahka durian. Penambahan rasa ini tidak menghilangkan kesan, makna dan rasa tradisionalnya.Harganya murah meriah mulai dari Rp 2.500-5.000 per buah menjadikan makanan ini sebagai pilihan takjil favorit masyarakat Solo. Ledre bisa ditemukan di Kawasan Laweyan, Pasar Gede, Pasar Klewer dan beberapa toko oleh-oleh.
Kurang lengkap rasanya jika buka di Solo tanpa mencicipi jajanan tradisional satu ini yaitu Kue Moho. Kudapan ini sekilas mirip dengan olahan kue bolu kukus, namun memiliki tekstur yang lebuh padat dan rasa manis tang lembut bahkan sedikit mirip dengan bakpao. Bentuknya cantik dan rasanya ringan, masyarakat Tionghoa menyebutnya kue hwat kwee. Meski kue ini identik dengan perayaan implek, kue ini diolah dengan bahan yang halal jadi masyarakat muslim tetap bisa menikmati tanpa ragu terutama sebagai hidangan buka puasa. Adonan berasal dari tepung terigu yang dibentuk bulat kemudian dikukus selama 10 menit. Warna khas bagian putih dan atas berwarna merah muda. Rasa manis yang khas ini bisa anda dapatkan dengan harga satuan sekitar Rp 2.500-3.000. Bagi anda yang tertarik mencicipinya boosa anda dapatkan di Kue Moho Manungal Rasa Pak Dadgo berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 71 Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon. Tempat ini mempertahankan resep secara turun temurun jadi jangan tanyakan perihal rasa.
Semar Mendem bisa juga sebagai menu takjil dari sekian banyak jajanan tradisonal khas Solo. Makanan ini terbuat dari beras ketan lembut yang diisi daging suwir atau abon kemudian dibungkus kulit telur dadar tipis. Perpaduan ini menghasilkan cita rasa gurih dengan tekstur lembut yang menggugah selera. Dengan naamanya yang unik “Semar Mendem”, Semar adalah tokoh pewatabgan dan mendem artinya mabuk diharapkan bahwa siapapun yang mencicipinya akan mabuk karena kelezatannya. Makanan ini memadukan unsur kuliner Jawa dan Eropa terutama penggunaan telur dadar sebagai pembungkusnya yang membuat kesan lebih modern. Anda dapat menemukan jajanan ini di pasar tradisional seperti Pasar Gede dengan harga terjangkau kurang dari Rp 10.000 per porsi. Menariknya jajanan ini mudah dibuat, sehingga juga bisa disajikan dirumah meja makan keluarga saat berbuka.

Kuliner diatas lebih dari sekedar makanan tapi warisan kuliner yang mencerminkan kekayaan budayam kreativitas, dan cita rasa masyarakat Kota Solo. Mari rayakan Ramdan melalui sajian tradisional kebanggan Solo. Nikmati, rasakan, dan lestarikan, biarkan takjilmu punya cerita.

Komentar Terbaru