Sharing is caring!

Kota Solo selain terkenal karena aspek budayanya juga terkenal sebagai destinasi wisata religi. Sejumlah masjid di Solo menjadi saksi perjalanan dakwah dan perkembangan Islam di wilayah Jawa. Masjid-masjid ini juga memiliki arsitektur yang indah dan suasana yang menenangkan bagi jamaah dan wisatawan. berikut beberapa masjid penting di Kota Solo yang menjadi bagian wisata religi.

Masjid Al Wustho Mangkunegaran terletak di Jalan Kartini No. 3 Ketelan, Kecamatan Banjarsari, KotaSurakarta. Awalnya didirikan oleh  K.G.P.A.A Mangkonagoro I di kawasan Kauman, Pasar Legi. Kemudian direlokasi pada masa pemerintahan Mangkunegara IV tahun 1853 ditempat yang sekarang (sebelah barat Pura Mangkunegaran. Arsitek berasal dari Belanda Ir. Herman Thomas Karsten. Pada tahun 1926 dibagun pula menara setinggi 25 metee. makna Al-Wustho berarti tengah. Masjid ini memadukan gaya arsitektur Jawa Tradisional terlihat dari atap limasan bertingkat dan pengaruh Eropa dari elemen gapura dan menara. Seperti masjid pada umumnya di Jawa terdapat empat saka guru utama dan belasan tiang penyangga. Kaligrafi menghiasi mulai dari gapura, tiang, pintu dan elemen dekoratif lainnya. Masjid ini kini bisa digunakan oleh masyarakat umum dan termasuk kategori cagar budaya.Fasilitas yang tersedia diantaranya area wudhu yang luas dan bersih, ruang shalat, tempat parkir, akses difabel, toilet dan ruang ganti serta petugas keamanan dan pengelola (takmir). Masjid im=ni juga memiliki kegiatan rutin seperti pengajian malam Jumat.

Masjid Raya Skeikh Zayed merupakan replika dari masjid Sheikh Zayed Grand Mosque yang terletak di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Berdiri diatas tanah seluas 8.000 meter di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamata Nusukan. Kota Surakarta. Masjid ini tergolong baru karena baru diresmikan pada tanggal 14 November 2022 oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayen Al Nahyan sebagai bentuk simbol persahabatan kedua negara. Masjid ini memadukan gaya timur tengah dan sentuhan kearifan lokal. Bangunan ini memiliki empat menara dan satu kubah utama besar serta kubah kecil disekitarnya. Diperkirakan mampu menampung hingga 10.000 jamaah. Fasilitas masjid ini diantaranya area wudhu dan kamar mandi berstandar VIP yang luas dan terpisah antara laki-laki dan perempuan, lift dan tangga untuk akses ke lantai atas khususnya wanita, loker penyimpanan di serambi timur lengkap dengan kunci yang mudah digunakan, perpustakaan di area menara dengan ratusan buku keislaman, sejarah dan budaya. Masjid ini juga dilengkapi dengan taman dan ruang pertemuan VIP untuk kegiatan sosial dan keagaamaan. Area parkir juga luas dan dikelilingi toko sovenir khas Solo. Pada bulan Ramdan dibuka 24 jam, namun dihari biasa dibuka hingga pukul 21.00 WIB.

Masjid Ar-riyadh berlokasi di Jalan Ibu Pertiwi, Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Buka setiap hari pada pukul 04.00-21.00 WIB. Masjid ini merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan penting di Solo dan memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi perkembangan dakwah Islam di Kawasan Kampung Arab Pasar Kliwon. Masjid ini berkaitan erat dengan Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, seorang ulama dan pendakwah besar keturunan Rasulullah SAW. Pembangunan masjid ini bertujuan sebagai pusat ibadan dan tempat pembinaan umat. Nama Riyadh berarti “taman” yang melambangkan kesejukan rohani dan kedamaian bagi siapapun yang beribadan di dalamnya. Gaya arsitektur perpaduan gaya Timur Tengah dan di dalamnya kompleks masjid terdapat tiiga makam tokoh besar yaitu Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi, dan Habib Ahmad bin Alwi Al-Habsyi. Setiap tahun ribuan jamaah datang dari berbagai daerah untuk menghadiri Haul Habib Anis. Fasilitas masjid ini diantaranya ruang shalat yang luas dan bersih, ruang ini juga sering digunakan untuk kajian rutin. Terdapat tempat wudhu dan kamar mandi yang nyaman, terdapat kajian rutin diakhir pekan dan disiarkan melalui Youtube resmin Masjid Ar-Riyadh Solo.

Ketiga masjid besar tersebut bukan hanya sekedar tempat ibadah tapi juga cerminan kekayaan sejarah. Masjid Al Wustho menghadirkan keagunan tradisi Jawa yang penuh filosofi. Masjid Raya Sheikh Zayen memancarkan kemegahan modern gaya Timur Tengah. Sementara Masjid Ar-Riyadh meneguhkan identitas Islam Hadrami yang mengakar kuat. Masing-masing masjid menawarkan pengalaman berbeda dengan fasilitas lengkap dan nuansa religus yang menenangkan.